Myself wont listen to me.

I tell myself not to cry but myself wont listen to me.

Mataku membuat air terjun bebas di pipiku. Tak peduli sekeras apapun aku menahannya. Aku benci orang-orang melihat betapa tidak berdayanya aku, betapa dungu, lemah dan bodoh dan bodoh dan bodohnya diriku. Aku benci sebencinya.

Rasanya buruk sekali memperlakukan diriku seperti ini. Memperlakukan diri sendiri dengan baik saja tidak bisa. Lalu bisaku apa?

Dia pikir aku begitu menginginkan uangnya. Padahal apa artinya uang bila aku dia perlakukan seperti kuda begini? Kupikir kuda punya bentuk tubuh yang lebih bagus daripada punyaku, dia mungkin perlu kaca mata dengan lensa super. Biar dia bisa jelas membedakan mana aku dan mana kuda perang.

I was wondering, apa uang berarti semerdeka itu untukmu?

Besok 17 Agustus, dan aku tidak merasakan kemerdekaan di setiap sisi tubuhku. Kemana perginya nuranimu? Apakah wajah menawan dan status jutawan lebih berarti daripada apa penilaian Tuhan? Apakah sanjungan dan status manusia terpandang jauh lebih manis daripada yang Tuhan janjikan? Sebegitu berartinyakah keadaan semua orang menyukaimu? Apa kamu lupa itu semua berkat Allah, yang menutup segala aibmu, sehingga orang-orang tetap memuja dan memuji paras dan hartamu. Dia menutup segala aibku juga sehingga masih ada segelintir orang yang mau menjadi temanku.

Satu hal yang aku rasakan dan saat ini tak dapat dibahasakan dengan lisan adalah, kekecewaan.

160818

Seperti biasa gambarnya dari pinterest ya~

Komentar