Menjelang Sunset

Ini adalah sunset terburuk yang pernah ada.

Aku mengerti sekarang, ternyata lewat tanganku yang makin hari makin sakit, Allah sedang memberi tahu, aku sedang menyakiti diriku selama ini. Masih perih di bekas tergores ke tembok dua hari yang lalu. Tanganku seperti bertambah rapuh setiap hari, seolah-olah dia menua lebih dahulu. Pertama hanya sedikit gatal karena sapuan udara yang sedang sangat dingin, kotor, kering dan buruk sekali. Lalu terasa sangat gatal dan membuatku ingin menggaruk terus, kemudian dia terasa perih dan ketika kulihat lagi dia berwarna kemerahan dengan beberapa titik yang mengeluarkan darah.

Aku membeli salep dan bedak gatal, tapi tidak membantu apapun, tanganku tetap seperti gurun pasir, kerontang, kasar dan pecah-pecah. Lama kelamaan semakin banyak bagian yang terasa perih, apalagi ketika tersiram air. Perih sekali, tapi aku selalu mengabaikannya.

Ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu, dan mulai menjalar ke telapak tanganku. Aku buruk sekali merawat diriku sendiri.

Ya Allah maafkan aku, diriku, maafkan aku. Aku terus-terusan berbuat buruk pada diriku, aku sudah melukai kakiku dan sekarang aku menyakiti tanganku. Maafkan aku tanganku, aku memaksakan keinginanku, terlalu keras menggunakanmu, aku nggak memperlakukanmu dengan baik, maafkan aku.

Ini adalah sunset terburuk yang pernah ada.

Orang itu jelas-jelas menyakitiku, tapi orang disekelilingnya selalu membelanya. Sehingga keadaan berbalik seolah akulah yang jahat disini.

Aku mungkin memang bukan orang baik, tapi aku berusaha terus. Aku merasa aku sangat bodoh. Dan aku benci perasaan ini. Aku memang tidak seterpandang orang itu, tapi manusia mana yang pantas diperlakukan begini? Kuharap akulah satu-satunya, kuharap Allah tidak mengizinkan orang lain bertingkah sebodoh diriku. Semoga aku yang terakhir.

Aku benar-benar harus segera mengakhirinya. Menurutinya hanya membuatku merasa seperti badut bodoh piaraannya, seperti hewan rumahan yang mengikut semua kata majikan. Aku benci seperti ini. Aku harus segera mengakhirinya Ya Allah, aku harus. Bantu aku, tolonglah aku.

5818

Komentar