Dibilang Kangen, Ya Kangen.

Gitu.
Kayak di judulnya itu.

Terbatas banget rasanya kalau kemana-mana cuma pakai kendaraan umum.  Kalau kita kebetulan ketempat yang nggak terjangkau transportasi umum kan nelangsa sendiri rasanya. Aku tinggal di tempat yang akses ke kendaraan umumnya mudah, itu sebabnya kami nggak punya kendaraan sendiri, selain karena kami nggak ada cukup anggaran juga sih kalau harus kredit atau semacemnya.

Padahal kan enak kalau kemana-mana bawa kendaraan sendiri ya. Leluasa gitu.

Beberapa hari lagi temen-temen sekelas mau ngadain meet up, yah apapun itu disebutnya lah,  aku pengen ikut. Bosen disini terus. Butuh hiburan biar seger lagi pikiran. Tapi apalah daya, aku bahkan nggak berangkat kerja 2 bulan lebih. Si kaki sih, sembuhnya lama pisan. Kesian dia jadi kambing hitam, padahal sih akunya memang... Hahaha. Never mind.

Kalau aku ikut meet up-nya, nggak kebayang juga, ini kaki dipake jalan aja belum becus, padahal kesana itu seenggaknya 2 jam abis dijalan berangkat—pulangnya lebih cepet sih— naik kendaraan umum ya, habis itu aku musti menuju ke tempat yang nggak aku tahu. Jalan kaki? Sounds 'great' ha?

Kalau kakiku nggak begini aku rela bikin ketek ini basah pas nyampe tempat janjian, karena aku kangen mereka, for sure. Salahku sih, punya kaki dipake seenaknya. Ini namanya aku menyiksa diri sendiri :( tapi berandai-andai nggak bakal nyelesein apapun. Semuanya udah terjadi, meskipun nyesel setengah mati, walaupun banyak hal akhirnya terjadi diluar kendali, aku nggak akan bisa merubah masa yang udah berlalu. Harapanku ada untuk hari esok, bukannya bertumpu pada ratapan akan masa lalu.

Akan terdengar seperti omong kosong kalau kukatakan semua ini ke orang lain. Padahal tulisan jelek ini serius.

Bertemu kalian membuatku merasa manusiawi. Walaupun tetep aja aku merasa aku makhluk aneh, tapi berada diantara kalian membuatku merasa jadi aneh itu nggak terlalu buruk. Aku jadi menerima diriku.

Aku nggak tau lagi mau bicara apa, yang jelas hatiku sedang agak kacau. Pikiranku apalagi. Banyak yang harus dipikirkan oleh kepalaku yang nggak seberapa gede ini. Kasian dia, harus kerja keras tiap hari. Mana nggak bisa ngeluh, nggak bisa curcol di blog begini, kepalaku yang malang. Biar dia bobo dulu.

Komentar