Saat Cinta Terukir Di Mata

Aku suka sekali sama musik. Aku nggak sadar kapan semua itu bermula, darimana asal muasalnya aku sejatuh hati itu sama musik. Dari semua jenis musik aku paling suka musiknya 5 Seconds Of Summer sama All Time Low, One OK Rock juga sih. Kupingku ini sembarang musik dia dengerin. Dangdut, pop, rock, keroncong, campur sari, pokoknya nggak ada filternya. Kapan kerasa enak di telinga yaudah, lahap semuanya.

Tapi itu dulu. Sekarang setelah semua yang terjadi, aku pengen berubah.

Hatiku masih suka mencari-cari alasan buat membenarkan hal yang sangat aku cintai itu. Bodohnya aku sudah sampai ke titik ini, cinta. Keraguan-keraguanku masih suka berseru "Apa salahnya sih?" Ini nggak meragukan orang lain, memang. Ini nggak menyakiti siapa-siapa, ya emang.

Tapi semua ini cuma membuat hatiku tambah keras. Membuatku semakin jauh dari cinta sejati diatas segala bentuk cinta paling sejati. Semua bunyi-bunyian itu menyenangkan, sangat menyenangkan. Aku sedikit banyak jadi ngerti bahasa asing. Wawasanku bertambah.

Tapi semua ini cuma membuatku semakin melupakan Yang Maha Memiliki. Makin kesini aku cuma mengejar update musik terbaru, menghabiskan banyak uang, banyak waktu, nggak pernah mikir, apa Allah suka?

Ditambah lagi beban perasaan, aku ini jadi semacam bad influence buat orang2 disekitarku, adikku. Mudah2an Allah mengampuniku dan kita semua. Nggak ada yang lebih berat dan melukai selain perasaan itu.

Bahkan disaat bilang ingin berubahpun, aku belum bisa sepenuhnya melepaskan diri dari belenggu lagu-lagu itu. Aku sudah terlanjur jatuh dan bangunnya sangat susah. Gimana kalau adikku juga sampai jatuh cinta sama hal ini?

Komentar