Giving Up

Yang namanya rela itu ternyata seperti ini, aku masih bisa memikirkanmu, menyebut namamu, membayankanmu, tanpa rasa kesal, tanpa merana, tanpa sesal karena tidak bisa berada disisimu. Dan yang terpenting tanpa merasakan apapun lagi.

Beberapa hari yang lalu mungkin aku masih sempat sibuk berharap kamu menjenguk. Tapi sekarang aku sadar, time and distance are the best cure for my sickness of you.

Tidak bertemu sementara waktu, membiarkan jarak membentang, merelakan diriku pergi dari edaran pandangmu, semua itu, semua itu yang harusnya kulakukan sejak dulu. Sehingga aku bisa berada di posisi ini, rela bahwa, seperti kupu-kupu yang tidakkan bisa bersama-sama dengan bunga meskipun saling membutuhkan, aku juga tidak bisa bersamamu meskipun aku sangat ingin, meskipun aku butuh kamu, sayang kamunya tidak.

Aku beneran nggak ingin kesana lagi, bertemu denganmu sekali lagi dan hancur lebur semuanya. Demi apapun, aku ogah kembali pada lingkaran setan itu. Aku benci galau-galau melulu, cuma karena kamu. Sudah cukup beberapa bulan kebelakang aku larut dalam jatuh dan bangun pada cinta, sudah cukup aku habiskan waktuku pada hal yang bukan keahlianku.

I'm giving up.

Komentar