Dear, Boring-Saturday

Aku ingin hidup dengan tenang.

Tapi banyak hal membuatku tidak bisa tenang, sungguh mengesalkan.
Banyak hal itu hampir semuanya merepotkan, dan yang paling susah dikendalikan cuma satu, c-i-n-t-a.

Kan, betapa mainstreamnya.

Ini masalah yang begitu menyita waktu, tenaga, pikiran, pokoknya menyita diri ini. Jadi nggak produktif. Jadi setres, jadi tambah doyan makan, jadi suka lagu patah hati, jadi mellow, pokoknya jatuh cinta itu ibarat menceburkan diri ke lingkaran setan lah. Ngeselin banyaknya.

Tau nggak gimana rasanya jantung kita melompat-lompat seenaaknya, seolah-olah dia minta keluar nemuin doi. Dan itu bener-bener nggak bisa dikontrol. Jantung ini selalu jadi brutal kalau ketemu doi. Pokoknya bikin kesel lah.—Enyah sajalah kau doiii. Kzl bawaanya kalo ingat hal ini.

Dan kemudian ketika Sang Waktu yang dengan segenap kebaikan hatinya datang membantuku membunuh si doi yang tiap hari menari-nari dihati hayati. Dan memang tidak bisa dipungkiri, hidup jadi lebih mudah tanpa memikirkan doi.

Kaki ini lebih ringan melangkah manakala di otak ini tidak ada doi-doi-an.

Ada lebih banyak warna yang tampak ketika nggak sibuk mikirin yang nggak tau lagi dipikirin.
Ada lebih banyak rasa yang bisa dicerna kalau nggak perlu mencurahkan perasaan ini hanya untuk doi sepele yang nggak pernah tau dipentingin.

Doi oh doi... Terbuat dari singkong ya kamu?

Aug 05th 2017

Komentar