Kamis, 18 Mei 2017

Foyu

Kalo kangen ya bilanglah kangen, jangan kangen bilang biasa saja hanya karena gengsi.

Aw.

Sayangnya nggak sesederhana itu. Susahnya jadi wanita a.k.a makhluk baperan. Apa? Emang begitu kan, dari perempuan-perempuan yang gue kenal dan juga dari bercermin gue menyadari sebagian besar perempuan itu gampang baper. Gue perempuan dan gue mengakuinya. Okelah memang beberapa perempuan nggak bisa dikategorikan seperti gue yang baperannya kebetulan lumayan parah, tapi semua ini hanya dari apa yang gue lihat disini.

Kalau bicara kangen, ya gue kangen. Kangen siapa? Bodoamat. Terserah gue mau kangen siapa.

Kalaupun gue cuma diam dan nggak bergerak itu bukan karena gue gengsi mengakuinya. Gue memang kangen. Kurang jelaskah itu?

Bila saja gue berani, beuh, nggak perlu disuruh juga gue bakal chat dia dulu. Sayangnya gue pengecut kalo masalah begini. Padahal dia sudah begitu baiknya sering kali ngechat duluan.
Gue takutnya ini cuma diriku yang baper, madahal sananya cuma niat nggak mau memutus silaturahmi. Duh, kan skak mat bisa-bisa.

Terlalu banyak baper gue mah.

Sungguh sial. Padahal namanya manusia nggak perempuan nggak laki, normalnya kita suka kan diperjuangin. Apalah artinya sayang tulus ikhlas tapi diam dan nggak ada aksi, lebih berharga yang sayang dengan sederhana tapi berjuang sekuat tenaga. Dan gue, berjuang aja nggak mampu. Kalah sama satu hal, malu. Nggak tau kenapa, malu kok berlebihan begini.

Karenanya perasaan ini jadi nggak ada harganya. Dan akhirnya dirinya lelah berjuang, karena keahlian gue hanyalah diam dan mohon sama Allah.

Sungguh terlalu.

Bahkan menunjukkan apa yang hati ini rasakanpun hayati nggak mampu.

Apalah diriku.

Thu, May 18th 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar