Senin, 10 Juli 2017

Monday Night

Hayati ingkar janji, hayati akhirnya khilaf dan lupa pernah janji, hayati akhirnya stalking lagi.

Sungguh sialin stuff.

Janji sialin.

He's such a, smartboy, ibarat telepon genggam dia smartphone. Untuk urusan it aku yakin dia menguasai beberapa hal. Termasuk, mungkin, dia bisa aja tau selama ini hayati suka kelewatan kalo stalking. Aduh syialin. Harusnya semua akun socmed hayati diberi nama anonymus ya, biar dia nggak tau itu hayati, wkwkw #oposih

Lagian, kenapa sih, ada apa dengan diri ini, keinget dikit aja bawaannya mau stalking mulu. Semoga dia nggak tau Ya Alloh, ngebayanginnya aja hayati udah malu begini, apalagi kalo kejadian? Bisa gila.

Dia pasti berpikir, Ya Allah, stalker itu beneran ada dan asli mengerikan. OMG. Sekarang hayati jiji sama diri ini.

Ah, hampir aja ngomong sialin sekali lg.

Tuh kan.

Lagian punya apa aku, sampai berani berharap sementara dia bahkan tidak tau Tuhan menciptakanku.

Hahaha.

Percayalah Jodoh Rejeki dan Mati sudah Tuhan pilihkan untuk semuanya. Jadi semuanya pasti kebagian, kalo belom ada juga, mungkin lg otw, jalannya terjal kelak-kelok berbatu-batu. Tar juga sampe kalo sudah waktunya..

Yup, keep on believing.

Rabu, 28 Juni 2017

Hanya Selasa Ketika Melihat Semuanya Sudah Berbeda

Padahal cuma setahun, beberapa hal berubah dan nggak akan bisa sama lagi seperti dulu. Setahun aku nggak ketemu kamu, bahkan lewat tulisanpun kita nggak ketemu. Dan hari ini, ketika aku berharap akan ada kamu, aku berharap kamu akan melihatku dan aku melihatmu, kamu entah dimana.

Kamu dimana?

Mendadak kangen, karena biasanya ada kamu di acara seperti tadi. Bahkan aku nggak berani bertanya dimana kamu, ketika aku sebenarnya sangat ingin tanya. Ketika sejuta kangen yang hanya terbaring diawang-awang, cuma bisa tercurah sepersekian, itupun hanya lewat tulisan. Tulisan aneh yang sampai kapanpun nggak akan layak kamu baca.

Hari ini, akhirnya aku merindukanmu lagi.

Aku akan ikhlas seandainya kamu sudah bahagia, tapi aku selalu disini misalnya kamu menghendaki keberadaanku.

Karangkobar, 27 Juni 2017

Kamis, 18 Mei 2017

Foyu

Kalo kangen ya bilanglah kangen, jangan kangen bilang biasa saja hanya karena gengsi.

Aw.

Sayangnya nggak sesederhana itu. Susahnya jadi wanita a.k.a makhluk baperan. Apa? Emang begitu kan, dari perempuan-perempuan yang gue kenal dan juga dari bercermin gue menyadari sebagian besar perempuan itu gampang baper. Gue perempuan dan gue mengakuinya. Okelah memang beberapa perempuan nggak bisa dikategorikan seperti gue yang baperannya kebetulan lumayan parah, tapi semua ini hanya dari apa yang gue lihat disini.

Kalau bicara kangen, ya gue kangen. Kangen siapa? Bodoamat. Terserah gue mau kangen siapa.

Kalaupun gue cuma diam dan nggak bergerak itu bukan karena gue gengsi mengakuinya. Gue memang kangen. Kurang jelaskah itu?

Bila saja gue berani, beuh, nggak perlu disuruh juga gue bakal chat dia dulu. Sayangnya gue pengecut kalo masalah begini. Padahal dia sudah begitu baiknya sering kali ngechat duluan.
Gue takutnya ini cuma diriku yang baper, madahal sananya cuma niat nggak mau memutus silaturahmi. Duh, kan skak mat bisa-bisa.

Terlalu banyak baper gue mah.

Sungguh sial. Padahal namanya manusia nggak perempuan nggak laki, normalnya kita suka kan diperjuangin. Apalah artinya sayang tulus ikhlas tapi diam dan nggak ada aksi, lebih berharga yang sayang dengan sederhana tapi berjuang sekuat tenaga. Dan gue, berjuang aja nggak mampu. Kalah sama satu hal, malu. Nggak tau kenapa, malu kok berlebihan begini.

Karenanya perasaan ini jadi nggak ada harganya. Dan akhirnya dirinya lelah berjuang, karena keahlian gue hanyalah diam dan mohon sama Allah.

Sungguh terlalu.

Bahkan menunjukkan apa yang hati ini rasakanpun hayati nggak mampu.

Apalah diriku.

Thu, May 18th 2017

Minggu, 16 April 2017

Hola..

Kubaru mendaftar di medium.com belum terlalu mudeng dengan fungsi aslinya tapi, melihat profilnya seseorang yang sudah lebih dulu disana dan menuliskan beberapa paragraf tentang dirinya yang dilengkapi gambar2 kartun diatasnya, hayati jadi dapat ide. Ya, hampir seperti punya buku diary baru rasanya hehe.

Boleh dong ditengokin, dibaca2 ya...

“Teman Baru” @rifah1412 https://medium.com/@rifahkh/teman-baru-7e6659b83b71

TQ... ❤

Kamis, 09 Maret 2017

Tanpa Judul Aja

Hayati enggak pernah kaget dibilang alay. Meskipun dedaunan gugur yang mengering itu juga menggambarkan perasaan hayatih.

Hahah. Apa coba.

Sori ya, maapin, emg darisananya gue begini, gue lahir terus segede ini, gue nggak inget apa persisnya yang bikin gue jadi begini. Gue sempat berpikir, apa gue difollow jin alay mangkanya gue begini amat? //na'udzubillah~

Tapi gue emg begini dari sononya. Gue nggak tau gue ini kurang gizi apa keracunan suatu zat yang bikin omongan gue kadang aneh, dan panen hakiman(?) alay dari temen.

Gue pernah denger beberapa kali, temen gue bilang "Gara2 deketan elo, gue sekarang jadi ikutan alay." Lah emang gue begini ngajak2 kalian? Enggak keles. Gue begini ya emg karena gue begini adanya.

Kalo kalian ngerasa jadi alay gegara gue,  ya maap. Hayati tidapernah sengaja yaw.

Abisnya gue harus bergaul dengan cara kek gimana lagi? Gue bisanya begini. Padahal ketika kalian bisa melihat gue yang versi alay, itu artinya gue dalam posis wenak alias PW dideket kalian. Karena nggak banyak orang yg bisa ngeliat kealayan gue.

Gue merasa gue kaku dan gabisa sans dihadapan beberapa orang. Gue munafik enggak sih? Gue nggak ngerti.

Begini cara gue hidup dan bergaul. Gue gangerti cara yang lainnya karena gue gk pernah diajarin itu disekolah, jg dirumah. Gue belajar sendiri cara bergaul.

Hayati juga lelah dianggap somse. Hayati juga ingin dibilang ramah. Astaghfirulloh. Kok arahnya jadi kemari. Jadi hati hayati masih belum bisa ikhlas rupanya. Masih selalu dan selalu mertimbangin apa kata orang. Dan mendamba hujan pujian yg memabukkan.

Ya ampun. Ada apa dengan diri hayati? Kenapa rasanya seperti ada yang salah?

Kenapa hayati suka alay beginih kalo ngomong? Apa gue sedang khilaf? Apa hayati khilafnya terus-terusan?

Ah mana gue tau. Yang hayati tau hanya hayati tidak ingin esok pagi cepat kemari. Hayati ingin hari ini lebih panjang dari hari-hari yang lain. Hayati pengen menghentikan waktu, terus ngelakuin semua hal, apa aja yg selalu pengen gue lakuin tapi nggak pernah kesampaian karena gue buta dalam hal mengatur waktu. Gue pengeeeeen pake bingit.

Jadi gue sedang duduk di depan kaca sekarang, kacanya guedee. Disana kelihatan jelas diri ini. Gue mengamati wajah yg hanya berubah jadi tua dan nggak ada tanda-tanda evolusi ke bentuk yang lebih indah dipandang. Astaghfirulloh. Kenapa lagi jadi melenceng kedaerah sini syeh??

Ngaco kan, ngaco kan, ngacooo???

Emg kapan sih hayati bisa ngomong bener sama diri sendiri? Padahal kadang suka soksokan menasehati orang lain. Memenej diri sendiri aja nggak mampu. Astaghfirulloh.

Kenapa ada makhluk seperti gue? Gue ini apa? Spirulina? Ganggang biru? Atau tanaman paku? Apa malah hanya sehelai gulma.

Ah, mana hayati tauh?
Yang hayati tau hanya bagaimana mencintai zainudin dengan cara yang benar dan lewat jalan yang direstui-Nya(?//what? #guegangertilagi #ciusyan #guesedangngomongapwah)

Oleh karena waktu dan kondisi yang makin kesininya makin begini, hayati kira cukup sekian, ocehan tak berfaedah ini. Semoga nggak jadi polusi mata. Yang penting hayati sudah legaan hatinya yaw.

Dear google, tengs udah bikin hal semcam jurnal ini, hayati jadi gausah susah-susah corat-coret dikertas. Tengs udah jadi perantara hayati curhat sama Yang Maha Mengetahui.

Sekian.

Jumat, 03 Februari 2017

Happy B'day ❤

Fri, Feb 3rd 2017

Dear Harry,

Apa coba, sori ya kemaren gue lupain tgl 1-nya. Masa gue ingetnya tanggal 14 ultahnya. Selain menanti Dunkirk dirilis, gue sedang menunggumu debut nyanyi solo bang. Kayak Niall, Louis, Zayn, mgkin Liam bentar lagi. Nah lo kpn bang? Nggak ada kabar hem.

Tapi, soal ultahmu. Gue seneng liat Niall Liam sm Louis masih perhatian ngucapin ke lo bang.

Demi apa, ini gimana caranya nyisipin gambar disini sih?

Gimana pun juga, love you bang Harry. Happy b'day, happy 23, ya. Wish you always happy, always healthy, panjang umur, rambutnya cepet panjang jg ya, biar keriting indahmu keliatan lagi. Time goes by, ya kan. Rasanya baru aja kemaren lo tweet sebaris lirik lagu 22-nya mantan. Sekarang lo udah 23, gue udah 19.

Kapan kita ketemunya bang?

Rasanya baru kemaren gue anak 16 tahun yg kasmaran sama lo yang keriting itu. Baru kemaren gue benar2 jatuh cinta sama sesuatu dan itu adalah lo bang. Itu adalah One Direction. Selamanya kalian akan ada dalam catatan perjalanan hidup gue. Hahaha. Iyalah. Kalian bagian dari sejarah gue. Kalian salah satu hal yg bikin masa SLTA gue berwarna-warni bak pelangi.

Untung ada kalian. Yg bikin gue mengenal banyak hal baru dan menyenangkan. Thanks ya, abang-abang sekalian. Kalian berlima adalah abang-abang yg sangat berarti buat gue.

Walaupun gue berencana pergi dari dunia fangirl, itu bukan berarti gue berhenti menyayangi kalian. Kalian masih ada di hati gue. Apalagi lo bang Harry.

Love,
Ma'rifah

O satu lagi, gue kangen bgt tiap kali denger suara lo bang. Kapan lo nyanyi lagi?